Gadamer dan Masalah Metode (Sensus Communis)

Pada bagian ini, Gadamer menggali makna dari apa yang pernah diungkapkan oleh Vico dalam bukunya berjudul ‘De nostri temporis studiorum ratione’. Mengapa karya Vico ini menjadi rujukan dan poin awal Gadamer dalam menemukan dan menentukan karakter ilmu humaniora? Pertama, menurut Gadamer, karya ini masih mewarisi tradisi humanistic filsafat Yunani itu sendiri. Kedua, karya Vico ini adalah sebuah pembelaan atas dampak pemikiran Descartes terutama di bidang pedagogis terhadap kesahihan ilmu humaniora.

Lanjutkan membaca

Ditulis pada Tokoh | Tag , , | 1 Komentar

Ateisme – Terikat Pada Apa Yang Ditolak

Credit to https://www.uv.es/jgpausas/he.htm

Kejahatan bukanlah sebuah peristiwa yang dapat manusia pahami sampai tuntas. Peristiwa seperti bencana alam atau tsunami yang meminta korban sangat banyak termasuk anak-anak yang tidak berdosa menuntut sebuah pemahaman yang masuk akal. Tapi, apakah kematian anak-anak yang tidak berdosa akibat bencana tersebut dapat dinalar sedemikian rupa? Alam memiliki hukum-hukumnya sendiri. Tapi, manusia tidak pernah puas atas penjelasan demikian. Sumber terakhir yang berusaha dicari sebabnya akhirnya diletakkan pada persoalan tentang Tuhan. Apakah Tuhan ada? Kalau ada, mengapa Ia tega membiarkan anak-anak yang tidak berdosa meninggal? Lanjutkan membaca

Ditulis pada Cerita Kehidupan | Tinggalkan komentar

Mari Berpikir …..

(‘

‘)

Ditulis pada Cerita Kehidupan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Ricoeur tentang Simbolisme Kejahatan (Bagian Noda/Cacat)

Simbolisme kejahatan merupakan buku kedua dari tema Finitude and Guilt. Seri pertama dari tema ini adalah bukunya yang berjudul Fallible Man. Di seri pertama tersebut, Paul Ricoeur berupaya menjelaskan mengapa manusia dapat berbuat salah. Bagi Ricoeur, situasi ontologis manusia itu adalah rapuh [fragile]. Mengapa rapuh? Karena manusia memiliki kebebasan. Dan karena adanya kebebasan inilah, kemungkinan untuk berbuat jahat itu muncul.

Di seri kedua yang berjudul Symbolism of Evil, Ricoeur hendak masuk lebih jauh lagi pada realitas kejahatan itu sendiri. Mengapa disebut realitas? Jelas karena kejahatan itu ada, riil. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Tokoh | Tag , , | 1 Komentar

Gadamer dan Masalah Metode (Bildung)

Entah berapa kali saya mengulang kembali pembacaan atas buku Gadamer berjudul Truth and Method terutama bab pertama. Buku tersebut selalu memunculkan tantangan tersendiri. Bukan karena buku ersebut tmerupakan salah satu buku penting abad 20, tapi yang menarik adalah mencari istilah yang digunakan Gadamer dalam konteks bahasa Indonesia. Juga, penting karena kritik tajamnya atas metode yang digunakan ilmu-ilmu humaniora justru njiplak metode ilmu alam/pasti. Kagak percaya ……. Mari lihat satu bagian saja

Lanjutkan membaca

Ditulis pada Tokoh | Tag , , , | 1 Komentar

Iklan dan Permainan Bawah Sadar

Adalah edward-bernays-quote Edward Bernays yang mengaplikasikan gagasan Freud ke dalam sistem sosial di Amerika di awal abad ke-20. Edward Bernays adalah pendiri sekaligus pencetus ilmu di bidang relasi masyarakat [Public Relations]. Apa yang menjadi pokok dari gagasan Freud tersebut? Menurut Freud, manusia pada dasarnya dikendalikan oleh naluri bawah sadar, yang Freud sebut sebagai Id [Carl E. Schorske. 2006: 8-22]. Inilah instink dasar manusia yang menjadi karakter ‘state of nature’-nya manusia [dibaca kodrat manusia]. Tujuannya adalah mencari kesenangan. Persoalannya, apakah dalam realitas masyarakat, kesenangan yang dimaksud itu ada? Jika ada, bagaimana mendapatkannya? Lantas, apakah di tengah keterpurukan/krisis yang melanda masyarakat, kesenangan itu juga bisa dicari? Bagi Bernays, kesenangan tersebut bukan dicari tapi harus dibentuk dan diciptakan sedemikian rupa sehingga sebenarnya kesenangan itu pada dasarnya adalah proyeksi Id itu sendiri. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Serius Dikit... | Tag , , | Tinggalkan komentar