Iklan dan Permainan Bawah Sadar

Adalah edward-bernays-quote Edward Bernays yang mengaplikasikan gagasan Freud ke dalam sistem sosial di Amerika di awal abad ke-20. Edward Bernays adalah pendiri sekaligus pencetus ilmu di bidang relasi masyarakat [Public Relations]. Apa yang menjadi pokok dari gagasan Freud tersebut? Menurut Freud, manusia pada dasarnya dikendalikan oleh naluri bawah sadar, yang Freud sebut sebagai Id [Carl E. Schorske. 2006: 8-22]. Inilah instink dasar manusia yang menjadi karakter ‘state of nature’-nya manusia [dibaca kodrat manusia]. Tujuannya adalah mencari kesenangan. Persoalannya, apakah dalam realitas masyarakat, kesenangan yang dimaksud itu ada? Jika ada, bagaimana mendapatkannya? Lantas, apakah di tengah keterpurukan/krisis yang melanda masyarakat, kesenangan itu juga bisa dicari? Bagi Bernays, kesenangan tersebut bukan dicari tapi harus dibentuk dan diciptakan sedemikian rupa sehingga sebenarnya kesenangan itu pada dasarnya adalah proyeksi Id itu sendiri. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Serius Dikit... | Tag , , | Tinggalkan komentar

IKLAN DAN IRRASIONALITAS MASYARAKAT MODERN

Screenshot - 2_9_2016 , 12_12_23 PM (2)Dalam bingkai filsafat, masyarakat modern ditandai dengan kemampuan diri untuk menentukan sendiri hidupnya. Manusia tidak tunduk lagi pada apa yang ada di luar dirinya. Manusia harus menaklukkan alam untuk kepentingan dirinya. Caranya? Dengan memahami regularitas dan hukum-hukum yang berlaku di alam. Dengan cara ini, manusia dapat menguasai dan mengontrol alam sekitarnya. Proses memahami hukum dan regularitas ini disebut dengan ilmu yang harus memiliki karakter ontologis, epistemologis dan aksiologis. Maka, kemampuan manusia memahami hukum yang berlaku di alam akan menentukan perkembangan manusia itu sendiri sebagaimana dinyatakan Francis Bacon, ‘Science is Power’. Lantaran hal ini pula, ilmu lantas berurusan dengan metode/cara. Modern karena itu [dari Latin, Modus yang berarti cara, metode, ritme] berkaitan dengan cara-cara untuk mencapai kemajuan termasuk di dalamnya kemajuan masyarakat. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Serius Dikit... | Tag , , | Tinggalkan komentar

Anda pun demikian …… ……..

Times_square_at_nightTulisan ringan ini tidak hendak membahas panjang lebar apa definisi atau pun sejarah Kapitalisme itu sendiri. Dan saya rasa tulisan yang membahas hal tersebut telah banyak tersebar di berbagai tempat. Yang ingin saya bahas adalah bahwa kapitalisme itu sendiri sudah merasuk dalam kesadaran kita.
Banyak orang berpikir bahwa rakyat Indonesia sekarang telah terpengaruh oleh sistem liberalis-kapitalis. Argumen yang dilontarkan pun beraneka ragam. Mulai dari banyaknya dampak negatif dari perilaku masyarakat hingga sistem politik yang bisa dikatakan gagal. Dari rusaknya moral masyarakat hingga ketidakberpihakan pemerintah pada rakyat miskin.
But, it is still strange…. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Serius Dikit... | Tag | Tinggalkan komentar

Agama di Bawah Payung Akal

credit to Houston Chronicle

Peristiwa Charlie Hebdo telah menggugah kembali kesadaran akan sebuah kekerasan atas nama agama. Dunia pun ramai-ramai mengutuk tindakan tersebut sebagai sebuah tindakan teroris yang sungguh kejam. Tapi, apa yang sebenarnya dilakukan media tersebut sehingga pelaku teror tidak segan untuk membunuh mereka yang dicap telah menodai agama?
Lanjutkan membaca

Ditulis pada Cerita Kehidupan | Tag , | Tinggalkan komentar

Hobbes dan The Mortal God

 

hobbesMenurut Aristoteles manusia adalah mahkluk sosial (animale sociale). Untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya, manusia tidak dapat mencukupinya secara individual. Secara individual, manusia hanya dapat mempertahankan hidupnya (vivere). Karena itu, manusia membutuhkan negara sebagai tatanan kehidupan bersama dalam satu masyarakat.[1]

Pandangan ini kemudian diteologisasikan dengan menyatakan bahwa kodrat sosial manusia berasal dari Allah, Pencipta manusia. Ini berarti bahwa Allah memang menghendaki adanya kehidupan bersama dalam apa yang disebut negara. Namun, apa yang ditata dalam negara? Yang ditata adalah segala hal yang berhubungan dengan relasi antar manusia agar pengembangan potensi (aktualitas) manusia itu sendiri dapat dicapai sepenuh-penuhnya. Dengan kata lain, penataan demikian dapat terjadi jika ada kondisi yang memungkinkan, yakni perdamaian.[2] Pernyataan ini menarik karena berkenaan dengan hak tiap-tiap orang di mana

pada saat terjadi kerusuhan sosial, apakah seseorang dapat dibenarkan untuk melakukan perlawanan/pemberontakan karena ketidakmampuan dan kegagalan pemerintah untuk mempertahankan perdamaian’.[3]

Lanjutkan membaca

Ditulis pada Tokoh | Tag , , | Tinggalkan komentar

Self-Preservation dan Hukum Internasional menurut Hugo Grotius

hugo grotiusGrotius bukanlah orang pertama yang berbicara mengenai hukum kodrat. Tetapi, sumbangannya mengenai hukum internasional merupakan pemikiran baru di mana perbedaan antara hukum kodrat dan hukum historis memiliki poin esensial di dalamnya. Dalam arti tertentu, Grotius memang masih merujuk ke hukum kodrat. Namun, ini dilakukan untuk menunjukkan kebenaran yang mengalir dari hukum kodrat mengenai gagasan-gagasan tertentu yang pasti, sebegitu pastinya, sehingga tidak seorang pun dapat menyangkalnya tanpa melanggar kodratnya sendiri.[1]

Lanjutkan membaca

Ditulis pada Tokoh | Tag , , | Tinggalkan komentar